Orang Terkaya Indonesia Masuk Kalangan Dermawan Dunia

Orang Terkaya Indonesia Masuk Kalangan Dermawan Dunia

orangkayabaru.com Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Orang Terkaya Indonesia Masuk Kalangan Dermawan Dunia.Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Orang Terkaya Indonesia Masuk Kalangan Dermawan Dunia

Jika menyebut tentang penderma, sontak terlintas dalam benak masyarakat adalah nama Bill Gates, Warren Buffett, dan orang kaya di dunia lainnya. Namun, ternyata orang kaya asli Indonesia, juga tak kalah dermawannya.

Belum lama ini, Forbes merilis 30 daftar nama pengusaha di Asia yang paling dermawan. Di antara 30 nama tersebut, ada dua orang pengusaha asal Indonesia. Siapa saja, ya? Berikut daftarnya:

Theodore Rachmat termasuk ke dalam daftar konglomerat paling dermawan di Asia. Ia menduduki posisi ke dua.

Perusahaan miliknya, Grup Triputra Indonesia telah menyumbangkan hampir US$5 juta atau sekitar Rp70 miliar untuk A&A Rachmat Compassionate Service Foundation. Organisasi tersebut mendukung peluang pendidikan, perawatan kesehatan, dan panti asuhan.

Yayasan yang diluncurkan pada tahun 1999 ini dibentuk sebagai pemberi dana beasiswa, dan telah memberikan beasiswa kepada 21.000 penerima selama bertahun-tahun, dengan Rachmat menyumbang US$12,5 juta atau sekitar Rp175 miliar.

Dana yang diberikan digunakan untuk memastikan bahwa siswa tetap bersekolah dan belajar secara efektif dari tahap awal, selain itu yayasan ini juga menyelenggarakan program pelatihan tahunan untuk guru sekolah dasar. Pada 2005, yayasan ini berkembang menjadi layanan kesehatan dan mendirikan klinik di daerah pedesaan dengan biaya kurang dari US$2 atau sekitar Rp28.075 per kunjungan.

Anderson Tanoto & Belinda Tanoto
Selanjutnya, ada kakak beradik asal Tanah Air bernama Anderson Tanoto dan Belinda Tanonto. Keduanya telah menyumbang melalui Tantono Foudation, sebesar US$16,7 juta atau sekitar Rp234 miliar, jumlah naik 30% dari tahun 2018.

Dana tersebut digunakan untuk mendukung dan menyediakan pendidikan untuk semua kalangan umur, dari anak usia dini hingga universitas.

Hal ini juga bertujuan untuk mencegah terhambatnya pendidikan pada anak-anak Indonesia yang menimpa sekitar 10 juta pemuda Indonesia.

Dari keduanya, Belinda adalah yang paling aktif terlibat dalam yayasan dan berfokus terutama pada pendidikan anak usia dini. Yayasan ini sejauh ini telah melatih 15.000 guru dan mendanai hampir 7.500 beasiswa universitas.

Menurut laporan Credit Suisse pada tahun 2017, satu persen orang terkaya di dunia memiliki setengah dari kekayaan global, sekitar US$140 triliun. Sebaliknya, 2,5 persen kekayaan dimiliki 3,5 miliar orang termiskin di dunia.

Untuk menutup kesenjangan tersebut, orang-orang kaya menyumbangkan sebagian dari pendapatan mereka untuk membantu mengatasi pendidikan, penyakit, dan kekurangan gizi. World Finance memetakan lima pengusaha paling dermawan di dunia. Siapa saja mereka?

Michael Dell
Saat masih mahasiswa Kedokteran di University of Texas di Austin, Dell mendirikan PC’s Limited, sebuah bisnis informal yang menjual perangkat upgrade kepada teman-teman sekelasnya untuk komputer pribadi mereka. Delapan tahun berkembang pesat dan menjadi Dell Computer Corporation. Dell menjadi CEO termuda menurut Fortune 500, ia baru berusia 27 tahun.

Dell bersama istrinya mengelola Michael & Susan Dell Foundation. Yayasan ini mendukung proyek-proyek berkaitan dengan pendidikan perkotaan, kesehatan anak dan ekonomi keluarga, serta memberikan bantuan saat krisis. Ia telah menyumbangkan US$2 miliar untuk kegiatan filantropis selama masa hidupnya, sekitar 9 persen dari kekayaan bersihnya.

Phil Knight
Kekayaannya lahir dari kecintaannya berlari. Ia seorang pelari dan mahasiswa University of Oregon (UO) pada 1950-an. Knight mendirikan bisnis pakaian olahraga bernama Blue Ribbon Sports pada 1964. Bisnis ini berkembang menjadi Nike, pemasok sepatu sport dan pakaian terbesar di dunia.

Knight seorang dermawan yang telah menyumbangkan US$3 miliar untuk tujuan amal, 10 persen dari kekayaan pribadinya US$30 miliar. Almamaternya Stanford University dan UO, tim olahraga Oregon Ducks dan Knight Cancer Institute di Oregon Health and Science University, ia sumbang lebih dari US$600 juta. Pada 2016, ia memberikan saham Nike senilai US$112 juta kepada berbagai badan amal.

Michael Bloomberg
Pada 1981, Bloomberg di-PHK dari perusahaan investasi. Meski tidak menerima pesangon, ia mengambil US$10 juta dalam ekuitas, menggunakan dana untuk mengatur penyedia berita dan informasi keuangan. Kekayaannya meroket. Pada tahun 2009, dalam 12 bulan kekayaannya bertambah. Hari ini, kekayaannya diperkirakan bernilai US$50 miliar.Dia selalu menjadi filantropis dan mendirikan yayasan sendiri yang fokus pada masalah lingkungan, pendidikan, dan seni, pada 2009. Januari 2014, ia mendirikan Vibrant Oceans senilai US$53 juta yang mendukung penciptaan dan pemeliharaan populasi ikan berkelanjutan di seluruh dunia. Bloomberg telah menyumbangkan total US$6 miliar untuk amal atau 12 persen dari kekayaan bersihnya.

Bill Gates
Nasib Bill Gates sebagai raja teknologi ditetapkan ketika saat berusia 13 tahun, ia menerima komputer dari General Electric untuk membantunya mempelajari Kode Instruksi Simbolik Serba Guna Pemula. Gates langsung terpikat. Ketertarikannya berlanjut hingga ia menemukan Microsoft pada 1975.

Gates meninggalkan Microsoft pada 2008 untuk menjadi filantropis penuh waktu. Yayasan Bill & Melinda Gates (BMGF) didirikan pada 2000 untuk mendukung pertanian, kesehatan, dan kebijakan, termasuk membantu negara berkembang memerangi malaria dan mendukung nutrisi.

Ia telah memberikan US$41 miliar atau 46 persen dari total kekayaannya. Angka ini hampir dua kali lipat jika Gates memenuhi janjinya pada 2010 untuk menyumbangkan 95 persen kekayaannya sebelum dia meninggal.

Baca Juga : Orang Terkaya Negeri Tirai Bambu

Warren Buffett
Kepekaan bisnis Buffett menjadikannya jutawan pada 1962 setelah menggabungkan sejumlah mitra menjadi satu perusahaan induk Berkshire Hathaway. Dia menjadi miliarder pada 1990, ketika perusahaannya menjual saham Kelas A. Kini, Buffett orang terkaya ketiga di dunia dengan kekayaan pribadi US$84 miliar.

Buffett berjanji memberikan sebagian besar kekayaannya untuk amal pada Juni 2006. Secara bertahap memberikan 85 persen saham Berkshirenya ke 5 yayasan, termasuk BMGF. Kegiatan filantropinya melalui Susan Thompson Buffett Foundation untuk kesehatan reproduksi, keluarga berencana, pendidikan, dan konservasi.

Pada 2010, Buffett, Bill Gates, dan Mark Zuckerberg mendirikan Giving Pledge yang ditandatangi orang-orang yang mau menyumbangkan 50 persen dari kekayaan pribadi untuk amal. Buffett telah menyumbang US$46 miliar untuk amal. Lebih mengejutkan lagi, ia menyumbangkan 55 persen dari kekayaan bersihnya

Orang Terkaya Negeri Tirai Bambu

Orang Terkaya Negeri Tirai Bambu

orangkayabaru.com Beberapa artikel yang akan kami sajikan untuk anda kali ini ,bisa sangat membantu apabila anda ingin mencari informasi yang berikaitan mengenai Orang Terkaya Negeri Tirai Bambu Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Orang Terkaya Negeri Tirai Bambu.

Majalah Forbes baru-baru ini merilis daftar orang- orang terkaya di China. Daftar ini dirilis di tengah berbagai tantangan yang dihadapi perekonomian China. Negeri Tirai Bambu tersebut menghadapi perang dagang dengan AS. Pada saat yang sama, pertumbuhan ekonomi China juga menunjukkan perlambatan, hingga tak sanggup mencapai angka 6 persen. Dilansir dari Forbes, Senin (11/11/2019), pendiri Alibaba Jack Ma tetap menjadi orang terkaya di China. Kekayaan Ma mencapai 38,2 miliar dollar AS atau setara sekira Rp 537,1 triliun. Berikut ini daftar 10 orang terkaya di China versi Forbes.

1. Jack Ma (55 tahun)
Kekayaan pendiri dan pimpinan eksekutif Alibaba ini mencapai 38,2 miliar dollar AS atau setara sekira Rp 537,1 triliun. Pada September 2019, Ma mengumumkan bahwa dirinya pensiun dari jabatannya di Alibaba dan digantikan oleh Daniel Zhang. Adapun saat ini Alibaba merupakan e-commerce terbesar di dunia. Investasi Ma di luar Alibaba antara lain di perusahaan hiburan China seperti Huayi Brothers dan Beijing Enlight Media.

2. Ma Huateng (48 tahun)
Ma Huateng atau dikenal pula sebagai Pony Ma merupakan pendiri Tencent Holdings, raksasa internet China. Kekayaan Ma mencapai 36 miliar dollar AS atau setara sekira Rp 506,1 triliun. Ma mendirikan Tencent pada tahun 1998 dan kini menjabat sebagai pimpinan dan CEO. Aplikasi pesan singkat buatan Tencent, yakni WeChat, kini memiliki lebih dari 1 miliar pengguna.

3. Hui Ka Yan (61 tahun)
Hui Ka Yan merupakan pimpinan Evergrande Group, salah satu pengembang properti terbesar di China. Kekayaan Hui mencapai 27,7 miliar dollar AS atau setara sekira Rp 389,4 triliun. Evergrande memiliki sekira 800 proyek yang tersebar di lebih dari 280 kota. Selepas lulus kuliah pada tahun 1982, Hui sempat bekerja sebagai teknisi di pabrik baja selama 10 tahun.

4. Sun Piaoyang (61 tahun)
Sun Piaoyang, seorang konglomerat industri farmasi, memiliki kekayaan sebesar 25,8 miliar dollar AS atau setara sekira Rp 362,8 triliun. Jiangsu Hengrui Medicine yang didirikannya kini merupakan produsen terbesar obat anti infeksi dan obat kanker terbesar China. Istri Sun, Zhong Huijuan, juga merupakan konglomerat farmasi. Ia adalah pimpinan Hansoh Pharmaceutical, yang tengah mengajukan listing saham di Hong Kong. 5. Yang Huiyan (38 tahun) Yang merupakan satu-satunya perempuan yang berada di daftar 10 orang terkaya di China. Kekayaan Yang mencapai 23,9 miliar dollar AS atau setara sekira Rp 336 triliun. Yang memiliki 57 persen saham di perusahaan pengembang properti Country Garden Holdings. Ia menerima saham tersebut dari ayahnya, Yeung Kwok Keung, pada tahun 2007.

6. He Xiangjian (77 tahun)
He merupakan pendiri raksasa perangkat elektronik rumah tangga Midea Group Ltd. Kekayaannya mencapai 23,2 miliar dollar AS atau setara sekira Rp 326,2 triliun. Midea saat ini memiliki lebih dari 200 anak usaha, termasuk perusahaan robotik Jerman, Kuka. Adapun putranya, He Jianfeng, menjadi direktur Midea Group dan Midea Real Estate Holding.

Baca Juga : Orang Terkaya Afrika Borong Puluhan Ribu Mobil

7. Colin Zheng Huang (39 tahun)
Colin Huang merupakan pimpinan dan pendiri Pinduoduo, salah satu e-commerce terbesar di China. Saat ini kekayaan Huang mencapai 21,1 miliar dollar AS atau setara sekira Rp 298 triliun. Sebelum mendirikan Pinduoduo, Huang juga mendirikan perusahaan game online Xinyoudi dan platform e-commerce Ouku.com. Ia memperoleh gelar magister ilmu komputer dari University of Wiconsin di Madison, AS.

8. William Lei Ding (48 tahun)
William Ding adalah CEO Netease, salah satu perusahaan game mobile dan online terbesar di dunia. Kekayaan Ding mencapai 17,2 miliar dollar AS atau setara sekira Rp 241,8 triliun. Bisnis Netease, termasuk Mojang yang merupakan anak usaha Microsoft, serta Blizzard. Ding pun pernah menjadi orang terkaya di China dan miliarder internet pertama di Negeri Tirai Bambu tersebut pada tahun 2003. 9. Qin Yinglin (54 tahun) Qin merupakan pimpinan Muyuan Foodstuff, peternak babi terbesar di China. Kekayaan Qin mencapai 16,6 miliar dollar AS atau setara sekira Rp 233,3 triliun. Qin lahir di Neixiang, Provinsi Henan, yang merupakan provinsi terpadat di China. Ia lulus dari Henan Agricultural University, jurusan peternakan dan memulai bisnis pada usia 22 tahun, yakni beternak 22 ekor babi.

10. Zhang Yiming (35 tahun)
Zhang merupakan miliarder termuda dalam daftar 10 orang terkaya di China. Kekayaan Zhang mencapai 16,2 miliar dollar AS atau setara sekira Rp 227,8 triliun. Ia merupakan pimpinan Beijing ByteDance, salah satu perusahaan penyedia konten media terbesar di China. Zhang memperoleh gelar sarjana dari Nankai University, jurusan software engineering.

Orang Terkaya Afrika Borong Puluhan Ribu Mobil

Orang Terkaya Afrika Borong Puluhan Ribu Mobil

orangkayabaru.com Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Orang Terkaya Afrika Borong Puluhan Ribu Mobil. Dan dalam kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang membahas dan mengulas mengenai Orang Terkaya Afrika Borong Puluhan Ribu Mobil

Aliko Dangote yang merupakan orang paling kaya di benua Afrika tertarik untuk membeli 10.000 unit mobil pedesaan asal Indonesia yaitu Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) untuk dijual kembali ke Nigeria. Dilansir dari Bloomberg Aliko Dangote sendiri merupakan pria dengan kekayaan 4,3 miliar dollar AS atau sekitar Rp 60,2 triliun (kurs Rp 14.000 per dollar AS) pada tahun 2019. Pengusaha Nigeria berusia 62 tahun yang merupakan industrialis paling terkemuka di Afrika mengakhiri dekade ini dengan kekayaan bersih hampir senilai 15 miliar dollar AS, menjadikannya orang terkaya ke-96 di dunia, menurut Bloomberg Billionaires Index

Sementara dalah Daftar Orang Terkaya di Dunia 2019 versi Forbes, Dangote berada di posisi 136, dengan total kekayaan mencapai 8,9 miliar dollar AS (Rp 124,6 triliun). Dengan kekayaan sebesar itu, pria beranak tiga ini menjadi orang terkaya di benua Afrika. Forbes juga memasukkan dia ke dalam daftar orang paling berpengaruh di dunia 2018, di posisi 66. Dangote merupakan pendiri Dangote Cement yang merupakan pabrik semen terbesar di Afrika. Dangote Cement yang mempunyai pabrik di 10 negara di benua hitam itu memproduksi semen sebesar 45,6 juta metrik ton per tahun.

Dangote juga memiliki bisnis tepung dan gula dibawah naungan Dangote Group. Selain itu Dangote Group menjadi salah satu pengusaha minyak terbesar di Afrika dengan memiliki penyulingan terbesar di Nigeria. Dengan jenis bisnisnya maka tak heran dirinya tertarik untuk meminang AMMDes yang dimana mobil tersebut cocok dengan jenis usaha yang bergerak dibidang Industri dan komoditas. Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Putu Juli Ardika, mengatakan Dangote Group sendiri tertarik dengan AMMDes yang bisa berjalan disegala medan dan memiliki berbagai fungsi yang cocok dengan pasar Afrika,” ucapnya di Kementerian Perindustrian, Senin (6/1/2020). “Timnya Dangote akhir Januari ini akan mengecek tiga unit sample untuk dibawa ke sana,” ucapnya. Putu mengatakan rencananya ekspor 10.000 unit AMMDes ke Nigeria akan dilakukan secara bertahap selama 5

Aliko Dangote merupakan pengusaha kenamaan asal Nigeria. Dengan nilai kekayaan bersih yang mencapai US$ 12,2 miliar atau setara Rp 180,56 triliun (kurs Rp 14.800), pria muslim ini menjadi salah satu orang terkaya di Benua Afrika.

Bisnis Dangote meliputi banyak jenis industri, termasuk sektor minyak dan gas bumi, barang-barang konsumsi dan manufaktur. Sekitar 80% dari pendapatan konglomeratnya berasal dari Dangote Cements yang telah mampu memproduksi sebanyak 44 juta ton per tahun dan diperkirakan akan terus meningkat 33% hingga 2020.

Dangote juga memiliki kilang gula terbesar kedua di dunia. Seluruh perusahaannya yang melantai di bursa efek Nigeria jika dihitung menguasai seperempat nilai kapitalisasi pasar dari seluruh jumlah emiten yang ada.

Melansir Investopedia, Rabu (12/9/2018), lahir pada 1957 di Kano State, Nigeria, Dangote tumbuh di keluarga pengusaha. Dia dibesarkan sebagai seorang muslim dan hidup sebagai masyarakat kelas atas sejak lahir.

Kakek Dangote, Sanusi Dantata, pernah disebut sebagai salah satu orang terkaya yang tinggal di Kano. Kakeknya itu memiliki bisnis dengan menjual komoditas seperti gandum dan beras.

Setelah menghabiskan sebagian besar masa kecilnya bersama kakeknya, Dangote dengan cepat menjadi tertarik dalam dunia bisnis.

“Saya ingat ketika saya masih di sekolah dasar, saya pergi membeli kotak permen dan saya akan mulai menjualnya hanya untuk menghasilkan uang. Saya sangat tertarik dalam bisnis, bahkan pada waktu itu,” tuturnya.

Dangote terus melanjutkan pendidikannya hingga lulus dari Universitas Al-Azhar, salah satu universitas Islam bergengsi di Mesir. Di sanalah dia melanjutkan pendidikannya dalam bisnis.

Setelah lulus kuliah 1977, Dangote meminjam uang kepada pamannya sebesar US$ 3.000 untuk memulai bisnis. Dana itu untuk mengimpor komoditas pertanian dan menjualnya di Nigeria. Dua barang impor utamanya adalah beras dari Thailand dan gula dari Brasil.

Baca Juga : Jeff Bezos Bingung Cara Habiskan Uangnya

Dia kemudian menjual barang-barang itu secara ritel dengan margin yang cukup menguntungkan. Usahanya itu dengan cepat berkembang. Kala itu laba bersihnya sudah mencapai US$ 10.000. Dengan keuntungan itu dia bisa membayar utang pamannya dalam waktu hanya 3 bulan.

Pada 1997, Dangote menyadari bahwa berbisnis hanya sebagai perantara tidak akan berkembang, sehingga dia mulai membangun pabrik yang menghasilkan apa yang telah dia impor dan jual selama 20 tahun sebelumnya.

Perusahaannya mulai memproduksi pasta, gula, garam, dan tepung. Sekitar waktu yang sama, Dangote dianugerahi perusahaan semen milik negara.
Dangote secara signifikan memperluas operasi perusahaan pada tahun 2005 dengan membangun pabrik manufaktur bernilai jutaan dolar. Pembangunan ini dibiayai dengan uang Dangote sendiri sebesar US$ 319 dan pinjaman US$ 479 juta dari Korporasi Keuangan Internasional Bank Dunia.

Dangote selalu menginvestasikan kembali sebagian besar keuntungannya kembali ke bisnisnya. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa perusahaannya berkembang pesat sejak awal.

Dangote beberapa tahun yang lalu juga mulai memasuki bisnis industri minyak dan gas, sektor yang sengaja dihindari sebelumnya. Dangote memang berbeda dengan pebisnis Nigeria kebanyakan yang memilih untuk terjun di industri migas.

Dangote membeli sebuah kilang minyak di Lagos pada 2007. Dia berharap bahwa kilang itu akan secara signifikan mengurangi ketergantungan Nigeria pada pemasok migas internasional. Kilang itu diharapkan menghasilkan setengah juta barel minyak per hari.

Indonesia dihebohkan dengan banyaknya jumlah pembelian unit mobil buatan Indonesia, atau yang dikenal sebagai Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes). Mobil tersebut diborong miliarder terkaya di Afrika, Aliko Dangote sebanyak 10.000 unit.

Mengutip Bloomberg, Selasa (7/1/2020), Aliko Dangote dikenal sebagai orang terkaya di Afrika, pria berusia 62 tahun ini meraih peringkat ke 96 sebagai pria terkaya di dunia dengan penghasilan yang menaik hingga 15 miliar menurut Bloomberg Billionaires Index.

Memulai bisnisnya sendiri sejak usia 21 tahun, Aliko Dangote mendirikan dan memimpin Dangote Cement, dan merupakan produsen semen terbesar di benua Afrika.

Aliko Dangote juga bercerita kepada Forbes mengenai pengalaman masa mudanya, di mana ketika dia masih muda, dia membeli permen, memberikannya kepada orang lain untuk dijual, dan dia tetap mendapat untung.

Mengutip dari Forbes, dalam beberapa daftar di Forbes, Aliko Dangote sudah terdaftar dalam daftar miliarder terkaya pada 2019. Ia meraih peringkat ke-136 dalam daftar tersebut.

Daftar Lainnya juga ia raih yaitu milIarder Afrika terkaya, dengan peringkat ke-1, dan daftar orang yang paling berpengaruh dengan peringkat ke-66 versi Forbes.

Pada akhir 2019, Aliko Dangote sudah mempunyai rencana terhadap proyek pembangunan pabrik. Dengan dana sebesar $60 Juta, ia dikabarkan akan berinvestasi di Togo dalam pembangunan fasilitas pabrik semen.

Pabrik semen itu dikabarkan akan berlokasi di Ibu kota, yaitu Lome, dan akan memiliki produksi tahunan 1,5 juta ton. Klinker yang digunakan berasal Togo dan Nigeria, juga akan adanya pelayanan untuk permintaan domestik dan asing dari negara-negara tetangga.

Dangote Group pun juga sudah mengeluarkan pernyataan pers bahwa konstruksi pabrik di kota Lome akan dimulai pada kuartal pertama tahun 2020, dengan peresmiannya diharapkan sebelum akhir tahun.

Jeff Bezos Bingung Cara Habiskan Uangnya

Jeff Bezos Bingung Cara Habiskan Uangnya

orangkayabaru.com Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Jeff Bezos Bingung Cara Habiskan Uangnya. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Jeff Bezos Bingung Cara Habiskan Uangnya

“Saya melihat ke sekeliling dan terlihat jelas bahwa ada lebih banyak mahasiswa yang jauh lebih pintar soal fisika dibanding saya, dan itu merupakan hal yang sangat mudah bagi mereka,” kata Bezos kepada Wired yang dikutip dari CNBC, Minggu (9/2/2020).

“Ini semacam pencerahan yang mengejutkan, bahwa ada orang-orang ini yang otaknya bekerja dengan cara berbeda,” sambungnya.

Bezos mendapatkan pencerahan ini saat kesulitan menyelesaikan soal matematika selama berjam-jam. Menurutnya, momen tersebut membuatnya sadar untuk mengejar karier yang lain.

“Itu merupakan momen yang penting bagiku, karena di momen tersebut saya sadar kalau tidak akan mungkin menjadi fisikawan yang hebat,” jelasnya saat berbicara di Economic Club.

“Di dunia fisika teori, kalian harus bisa menjadi 50 orang teratas di dunia, atau kalian tidak akan memberikan banyak kontribusi,” sambungnya.

Jeff Bezos mungkin telah berhasil mendirikan Amazon dan menjadi salah satu orang terkaya di dunia dengan kekayaan mencapai USD 126 juta. Tapi, saat masih menjadi mahasiswa di Princeton University, ia merasa bukan tidak begitu pintar di jurusannya.Pada tahun 1980-an, Bezos merupakan mahasiswa jurusan fisika. Walau ia termasuk 25 murid teratas di jurusannya, Bezos merasa tidak cukup pintar dibanding teman-temannya dan telah memilih jurusan yang salah.Setelah itu, Bezos memutuskan untuk pindah jurusan. Pada tahun 1986, pria berusia 56 tahun ini lulus dari Princeton University dengan gelar sarjana teknik listrik dan ilmu komputer.

Pada tahun 1994, saat bekerja menjdai banker, Bezos melihat statistik yang mencatat bahwa web berkembang hingga 2.300% per tahun. Ia pun terinspirasi untuk meluncurkan Amazon sebagai toko buku online pada 1995. Kini bisnisnya tersebut telah berkembang sangat pesat dan memiliki valuasi lebih dari USD 1 triliun.

Baca Juga : Orang Terkaya Sedunia 2020

Sekitar dua tahun lalu, CEO Amazon Jeff Bezos menyebutkan bahwa dirinya hanya terpikir berwisata ke luar angkasa untuk membelanjakan kekayaannya yang melimpah ruah.Satu-satunya cara yang terlihat oleh saya untuk memanfaatkan sumber keuangan sebanyak ini adalah dengan mengubah kesuksesan Amazon menjadi sebuah perjalanan luar angkasa. Pada dasarnya hanya itu,” kata Bezos saat itu, seperti dikutip dari situs Quartz.Orang terkaya dunia itu pun seraya menambahkan bahwa dirinya mencairkan sekitar USD 1 miliar per tahun saham Amazon untuk mendanai perusahaan teknologi luar angkasanya, Blue Origin.Namun rupanya perjalanan luar angkasa saja tidak cukup bagi Bezos. Duitnya masih berhamburan. Seperti dilaporkan Bloomberg, dalam beberapa pekan belakangan ini, dia mengucurkan sekitar USD 4 miliar sahamnya saat kapitalisasi pasar Amazon ditutup di atas USD 1 triliun untuk pertama kalinya.

Hal ini membuat total penjualan saham Bezos menjadi lebih dari USD 14 miliar, sebagian besar selama empat tahun terakhir. Kekayaan bersihnya diperkirakan mencapai USD 127 miliar, atau sekitar 2 juta kali lipat dari pendapatan rumah tangga rata-rata di AS.

Lalu apa yang akan dilakukannya dengan semua kekayaan tersebut? Bahkan dengan rutin mengalokasikan USD 1 miliar atau lebih ke Blue Origin setiap tahun, kekayaan tunai Bezos masih begitu leluasa. Jadi, sosok yang dikenal berkepala pelontos ini pun mencari cara baru sebagai tempat mengerahkan sumber daya keuangannya.

Misalnya, properti. Bezos dan pacarnya Lauren Sanchez baru-baru ini dilaporkan berburu mega-mansion di kawasan Bel Air dan Beverly Hills, dan mempertimbangkan properti yang terdaftar seharga USD 225 juta.

Tahun lalu saja, Bezos membeli tiga kondominium di Manhattan yang harga keseluruhannya adalah USD 80 juta. Pembelian ini dilakukan hanya beberapa bulan setelah Amazon mundur dari kesepakatan untuk markas kedua di New York.

Selain properti, Bezos juga tertarik menghabiskan uangnya untuk karya seni. Menurut salah satu dealer seni ternama, November lalu Bezos membeli dua karya seni ‘Hurting the Word Radio # 2’ karya Ed Ruscha seharga USD 52,5 juta dan ‘Vignette 19’ karya Kerry James Marshall senilai USD 18,5 juta.Dengan saham yang dia cairkan pekan lalu, Bezos bisa menginvestasikan USD 1 miliar ke Blue Origin untuk setahun, membeli empat mega-mansion mewah seharga USD 225 juta, memboyong lebih dari 20 karya seni dengan harga rata-rata USD 50 juta, dan masih punya lebih dari USD 1 miliar uang tunai yang menganggur.

Kira-kira dengan cara apa lagi ya Bezos bisa menghabiskan uangnya? Tapi satu hal yang pasti, filantropi atau kegiatan amal tidak pernah menjadi pilihan seorang Jeff Bezos. Kalian ada ide?

Orang Terkaya Sedunia 2020

Orang Terkaya Sedunia 2020

orangkayabaru.com Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Orang Terkaya Sedunia 2020. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Orang Terkaya Sedunia 2020 

CEO dan pendiri Facebook, Mark Zuckerberg memecahkan rekor dengan menjadi miliarder termuda di dunia. Ketenarannya tetap unggul meski dia sempat terkena skandal dan penurunan pendapatan dalam beberapa tahun terakhir.

Zuckerberg menjadi miliarder termuda, bersama deretan nama yang selalu masuk daftar orang paling kaya dunia. Bergabung bersama dua orang yang bisa dibilang berumur di atasnya, seperti Amancio Ortega dan Warren Buffet.

Berikut inilah lima miliarder dimaksud, seperti melansir laman The Richest dan Bloomberg:

5. Amancio Ortega
Nilai kekayaan: USD 76 miliar atau Rp 1.055 triliun

Dia dikenal sebagai miliarder pendiam yang sekarang sedang menikmati masa pensiun. Ia dikenal hidup sederhana dan sedikit menampilkan diri ke publik, meskipun menjadi orang terkaya ke-5 di dunia.

Amancio Ortega adalah pendiri dan pemilik 59,29 persen dari grup Inditex, sebuah perusahaan mode. Ia mendirikan perusahaan pertamanya, Confecciones Goa, yang memproduksi jubah mandi berkualitas. Dia juga membuka toko ritel bernama Zara yang menjual busana-busana perancang.

Inditex terus mendominasi industri fashion, dengan lebih dari 4.000 toko di 70 negara. Pada 2011, ia mengundurkan diri sebagai ketua Inditex tetapi mempertahankan kepemilikan grup.

4. Warren BUffet
Nilai kekayaan: USD 89 miliar atau Rp 1.235 triliun

Bisnis pertamanya adalah menyewakan mesin pinball ketika dia berusia 14 tahun. Setelah kuliah, Buffet bekerja di perusahaan mentornya, Benjamin Graham. Di sini, dia mendapatkan keterampilan dalam analisis keamanan. Buffet menghasilkan jutaan dolar pertamanya dengan membeli saham perusahaan Sanborn yang berkinerja buruk.

Dia kemudian mengubah pendekatan dan berkelana ke sektor asuransi. Dia pun menjadi miliarder setelah membeli National Indempty pada tahun 1996.

Penerapannya yang unik pada filosofi Graham dalam melakukan investasi yang akurat dan tepat waktu adalah kunci keberhasilannya.

Dia juga telah pensiun, dan ikut dalam kehidupan filantropi yang memberikan miliaran untuk amal. Dia bahkan menjanjikan USD 35 miliar untuk amal dalam wasiatnya.

3. Bernard Arnault
Nilai kekayaan: USD 106 miliar atau Rp 1.472 triliun

Orang terkaya di Eropa adalah raja merek mewah yang membangun seluruh kerajaan dari awal. Miliarder Perancis saat ini berdiri sebagai orang terkaya kedua di dunia, dengan kekayaan bersih USD 111 miliar mengalahkan Bill Gates untuk saat ini.

Bernard Arnault memiliki kerajaan LVMH, dengan lebih dari 70 merek mewah atas namanya. Masuknya ke pasar real estat digembar-gemborkan oleh penjualan perusahaan konstruksi ayahnya. Keduanya memulai perusahaan baru, Férinel, yang menyediakan layanan akomodasi khusus.

Pada 1979, dia adalah presiden perusahaan. Arnault kemudian mengakuisisi Financière Agache mengambil alih perusahaan yang memiliki Christian Dior dan Le Bon Marché.

Dia mendiversifikasikan investasinya untuk memasukkan merek perhiasan seperti Bulgari, TAG Heuer, dan De Beers. Saat ini, anak-anaknya mengawasi perusahaannya. Putrinya, Delphine, adalah presiden Luis Vuitton.

2. Bill Gates
Nilai kekayaan: USD 113 miliar atau Rp 1.569 triliun

Setelah memberikan hampir USD 30 miliar untuk amal, Bill Gates, tetap masuk dalam daftar miliarder dunia. Sebelum Jeff Bezos menyusulnya, dia telah mempertahankan posisi sebagai orang terkaya di dunia selama lebih dari satu dekade.

Sebagai remaja yang terobsesi dengan teknologi, Bill Gates mengembangkan minat pada komputer dan mulai belajar coding. Dia keluar dari Harvard setelah menyadari bahwa itu bukan jalannya.

Setelah menulis dan menjual bahasa komputer dasar ke Altair, ia mendirikan Microsoft pada tahun 1975 dengan Paul Allen, seorang penggila komputer.

Pada tahun 1983, Microsoft telah menjadi global dengan penghasilan lebih dari USD 16 juta, dan tiga tahun kemudian, Gates menjadi miliarder termuda pada usia 31 tahun. Ciptaannya sejak itu telah membentuk penggunaan perangkat elektronik lebih dari siapa pun.

Setelah menikmati puluhan tahun ketenaran sebagai CEO, ia telah memutuskan untuk fokus pada filantropi. Dia bahkan menjual dan menyerahkan hampir semua sahamnya di Microsoft dengan mempertahankan hanya 1%, meskipun ia masih menjadi citra perusahaan.

1. Jeff Bezos
Nilai Kekayaan: USD 115 Miliar atau Rp 1.597 triliun

Siapa yang kehilangan USD 46 miliar karena perceraian namun tetap menjadi orang terkaya di dunia?. Sangat sederhana, jika Anda menjalankan raksasa ritel monopolistik dunia, Anda menghasilkan uang dengan setiap klik tombol check out.

Bezos sudah menjadi jutawan saat bekerja di DE Shaw & Co, sebagai Wakil presiden bankir investasi Wall Street. Dia kemudian memutuskan untuk menjual buku di platform online. Berhenti dari pekerjaannya, dan pindah ke Seattle pada tahun 1994 untuk memulai bisnisnya sendiri.

Kewirausahaan tidak sesederhana yang ia bayangkan, tetapi pertaruhannya terbayar dan pada tahun 1995, saat toko buku terbesar di dunia, Amazon, meluncur.

Bisnis Bezos telah berkembang dengan pesat. Meskipun perceraiannya baru-baru ini mengurangi kekayaan bersihnya sebesar USD 46 miliar menjadi USD 131 miliar pada Maret 2019, ia masih menjadi orang terkaya di dunia.

Gelar orang terkaya di dunia 2019 memang dipegang oleh Jeff Bezos, namun ternyata gelar manusia paling kaya sepanjang masa masih dipegang Mansa Musa, seorang raja muslim yang berasal dari kawasan Afrika Barat dan hidup pada abad ke-14.

Sudah banyak pakar ekonomi, lembaga survei yang mencoba menerka jumlah kekayaan Musa. Salah satunya adalah situs Celebrity Net Worth, mereka sempat memperkirakan kekayaan Mansa Musa mencapai sekitar US$400 miliar. Namun, ternyata hingga detik ini kekayaan Musa tak dapat ditakar.Melansir dari BBC.com, Profesor Sejarah Universitas California, Rudolph Butch Ware mengatakan, “Melihat catat kontemporer tentang kekayaan Musa itu sangat mencengangkan, sehingga hampir tidak mungkin untuk menghitung betapa kaya dan besar dia sebenarnya.”

Mansa Musa adalah penguasa Kerajaan Mali, itu artinya Musa memiliki kendali penuh atas produksi emas paling murni. Musa lahir tahun 1280 di keluarga para penguasa. Sang Kakak, Abu-Bakr yang kala itu menjabat sebagai raja hingga tahun 1312, turun tahta karena ingin pergi dalam sebuah ekspedisi. Sejak saat itulah, Musa naik menggantikannya.

Di bawah kekuasaannya, Kerajaan Mali berkembang pesat dengan menguasai sebanyak 24 kota, termasuk Timbuktu. Kerajaan ini terbentang sejauh 2.000 mil dan berdiri di atas negara-negara modern, seperti Senegal, Mauritania, Mali, Burkina Faso, Niger, Gambia, Guinea-Bissau, Guinea, sampai Pantai Gading.

Menurut para sejarawan, hampir setengah dari produksi emas dunia kala itu dimiliki oleh kerajaan Mali di bawah rezim Mansa Musa. Kepemimpinan Musa mampu menarik hati masyarakat dari berbagai penjuru negeri. Salah satunya masyarakat Kairo.

Saat tinggal di Kairo selama tiga bulan, Mansa Musa membagikan emas kepada penduduk setempat, hingga menyebabkan harga emas di kawasan tersebut anjlok selama 10 tahun dan menghancurkan ekonomi.

Kemakmuran Mansa Musa dan Kerajaan Mali ini terus berlanjut hingga Sang Raja wafat di usia 57 tahun pada 1337. Sayangnya, setelah ditinggal sang pemilik tahta, pewarisnya tak bisa mempertahankan harta sehingga kekaisaran besar itu runtuh.