Baim Wong Kini Menjadi Youtuber Terkaya Di RI, Atta Halilintar Tergeser?

Baim-Wong-Kini-Menjadi-Youtuber-Terkaya-Di-RI

orangkayabaru  –  Berikut merupakan ulasan mengenai Baim Wong yang telah menggantikan posisi Attta Hallintar segagai orang terkaya di dunia Youtube. Semua orang tentu tahu bahwa Atta Halilintar adalah Youtuber dengan subscriber terbanyak di Tanah Air. Bahkan sebutan King Of Youtube Indonesia’ telah disematkan padanya.

Kendati demikian, kini Atta bukan lagi Youtuber dengan penghasilan tertinggi di Indonesia. Lalu siapakah Youtuber Indonesia dengan penghasilan tertinggi saat ini?

Belum lama ini, sebuah nama yang tak disangka pun muncul yakni Baim Wong. Dengan jumlah subscriber sebanyak 12,6 juta orang, Baim mampu melesat di posisi teratas Youtuber berpenghasilan terbanyak pada bulan Ramadan ini menurut socialblade.com pada 16 Mei 2020 lalu. Suami Paula Verhoeven itu mampu mendapatkan penghasilan bernilai fantastis yaitu Rp90Juta hingga Rp15 miliar per bulannya hanya dari youtube saja.

Baca Juga : 8 Sumber Kekayaan Atta Halilintar, King of Youtube Indonesia

Raffi Ahmad juga memiliki subscriber dengan jumlah di atas Baim Wong, yakni 14,6 juta orang. Namun hal tersebut nyatanya belum tentu membuat keduanya bisa menjadi Youtuber dengan penghasilan terbanyak.
Atta sendiri diketahui memiliki penghasilan murni dari adsense Youtube sebanyak Rp474 juta sampai Rp7 miliar per bulan. Hal ini membuat dirinya menduduki peringkat ke-7 dalam rangkuman pendapatan dari socialblade.com per 16 mei 2020. Sedangkan Raffi ada di peringkat 3, dengan penghasilan sebanyak Rp613 juta hingga Rp9 miliar per bulannya.

Namun, Atta halilintar sebelumnya pernah menjelaskan bahwa hitungan Socialblade tersebut tidak benar. Bermula dari pemberitaan yang menyebutkan bahwa penghasilan Atta setahun bisa mencapai Rp 22 miliar.

Menurutnya, hitungan penghasilan youtuber yang beredar di dunia maya kurang tepat. Sebab, penghasilan youtuber Indonesia untuk adsensenya agak beda penghitungannya dengan luar negeri. Ia bahkan menegaskan dirinya tidak sampai dapat 10% dari angka yang beredar.

Penghasilannya, kata dia, malah bisa jadi kalah dengan para pendatang baru. Sebab, youtube menghitung bukan dari jumlah subscriber melainkan jam menonton atau watch time di video tersebut.