SIFAT DAN GAYA ORANG KAYA

SIFAT DAN GAYA ORANG KAYA

SIFAT DAN GAYA ORANG KAYA

Sifat Dan Gaya Orang Kaya – Unik nih judulnya, kenapa? Karena kata Orang Kaya belakangnya dikasih kata ‘beneran’, alias OKL (Orang Kaya Lama). Kenapa begitu? Karena di zaman sekarang yang serba maju dengan informasi yang serba cepat, untuk sebagian orang agak kesulitan mencari perbedaan antara orang kaya beneran alias orang kaya lama dengan orang kaya baru alias OKB.

Pertanyaannya adalah, pernahkah terpikirkan bagaimana rasanya jadi orang-orang kaya itu? Banyak stigma negatif maupun positif yang berhubungan dengan status sosial ini.

Selain itu banyak juga mitos tentang orang kaya alias miliuner ini. Ada yang bilang biasanya mereka rakus dan serakah, atau memang ‘dari lahir’ dah kaya.  Acara TV seperti ‘Empire’ ataupun ‘Kardashian’ juga mempengaruhi sudut pandang orang tentang orang-orang kaya ini.

Untuk di Indonesia, kita bisa melihat foto-foto mereka terpampang di majalah-majalah mahal, yang kemudian dikenal dengan istilah Socialite atau Sosialita. Eits tapi jangan tertipu mata ya, karena belum tentu juga semuanya benar Kaya Raya. Ada juga dikenal istilah Social Climber atau Sosialita Wannabe. Nah lho?

Berikut ini beberapa fakta yang mengagetkan tentang sifat dan gaya orang berduit yang termasuk kedalam kategori orang kaya beneran alias miliuner.

Kebanyakan Orang Berduit Justru Tidak Merasa Kaya

Nah, ketika kita bicara tentang miliuner alais orang berduit beneran, pertanyaan yang selalu muncul adalah, apa patokannya sehingga seseorang bisa dianggap sebagai seorang miliuner? Berapa besar sebenarnya kategori aset yang dimilikinya? Kalau di luar negeri seperti di Amerika sih mudah saja. Ketika seseorang punya uang yang bisa diinvestasikan (investable asset) lebih dari 1 juta dolar, maka mereka sudah masuk ke dalam kategori miliuner. Soalnya kan 1 juta dolar di negara sana disebut dengan million.

Nah, Kalau angka tersebut dirupiahkan dengan kurs 1 dolar Amerika sama dengan Rp 13.000 (tiga belas ribu rupiah), berarti sebesar kurang lebih Rp 13 miliar dana yang bisa diinvestasikan. Angka ini masuk kedalam kategori angka minimum ya, dan ini aset investasi saja, bukan total kekayaan bersih dan tidak termasuk rumah tempat tinggal yang mereka tempati.

Nah, kalau aset investainya saja di atas Rp 10 miliar berarti kebayang dong berapa banyak total kekayaan keseluruhannya? Dan yang lebih hebatnya adalah, ternyata banyak dari mereka (orang kaya beneran ini) yang punya uang segini banyak malah justru belum merasa kaya banget. Semakin tinggi nilai kekayaan mereka semakin mereka tidak merasa kaya raya. Itulah sebabnya sering sekali kita ketemu banyak ‘orang kaya’ yang rendah hati dan tidak sombong, padahal mereka (saya sebut dengan istilah) ‘tajir melintir’.

Kunci dari Kesuksesan Mereka ada di Kerja Keras dan Pendidikan

Kekayaan yang dimiliki para miliuner ini belum tentu turun dari langit. Kalau pun mereka mewarisi kekayaan dari keluarga, biasanya mereka tetap mempunyai faktor kunci untuk bisa bertahan. Mengapa? Karena kalau tidak kekayaan tersebut akan habis di generasi kedua atau ketiga. Ada idom yang mengatakan seperti ini: Generasi Pertama (kakek) yang membangun kerajaan usaha, Generasi Kedua (orang tua) yang membesarkan usaha, Generasi Ketiga (anda) yang menghancurkan usaha. So untuk mencegah hal ini terjadi mereka pasti mempunyai ‘kuncian’ alias triknya.

Nah, Setiap anda bertemu dengan orang kaya tanyakan apa faktor kunci dari kekayan mereka?  Jawabannya mayoritas adalah Kerja Keras, kemudian mereka mengakui pendidikan juga penting. Setelah itu barulah investasi serta berani mengambil risiko yang masuk ke dalam faktor kunci kesuksesan mereka.

Ada pun pendidikan tidak berarti harus menempuh pendidikan formal di bangku sekolah dan kuliah ternama. Ada juga yang melihat pendidikan dengan belajar di jalanan, belajar berbisnis dari orang dan lain sebagainya. Intinya mereka selalu ‘open mind’ untuk selalu belajar tentang hal-hal baru dari siapa pun. Salah satu contoh di sini misalnya Almarhum Om Bob Sadino yang belajar dari ‘jalanan’. Beliau menunjukan bahwa ‘sekolah’ dan belajar alias pendidikan tidak harus melalui pendidikan formal tapi bisa di mana pun.

BACA JUGA :

You may also like...

15 comments

  1. kinokrad.co кино онлайн
    фильмы онлайн kinokrad.co

  2. Los hombres que no responden a ninguno de estos tratamientos de DE pueden decidir tener varillas semirigidas implantadas quirúrgicamente en el pene. La disfunción eréctil es un problema que afecta a muchos hombres en España.

  3. Grow your bitcoins by 10% per 2 days.
    Profit comes to your btc wallet automatically.

    Try https://quickchain.cc
    it takes 2 minutes only and let your btc works for you!

    Guaranteed by the blockchain technology!

Add a Comment

Your email address will not be published.