Orang Terkaya Negeri Tirai Bambu

Orang Terkaya Negeri Tirai Bambu

orangkayabaru.com Beberapa artikel yang akan kami sajikan untuk anda kali ini ,bisa sangat membantu apabila anda ingin mencari informasi yang berikaitan mengenai Orang Terkaya Negeri Tirai Bambu Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Orang Terkaya Negeri Tirai Bambu.

Majalah Forbes baru-baru ini merilis daftar orang- orang terkaya di China. Daftar ini dirilis di tengah berbagai tantangan yang dihadapi perekonomian China. Negeri Tirai Bambu tersebut menghadapi perang dagang dengan AS. Pada saat yang sama, pertumbuhan ekonomi China juga menunjukkan perlambatan, hingga tak sanggup mencapai angka 6 persen. Dilansir dari Forbes, Senin (11/11/2019), pendiri Alibaba Jack Ma tetap menjadi orang terkaya di China. Kekayaan Ma mencapai 38,2 miliar dollar AS atau setara sekira Rp 537,1 triliun. Berikut ini daftar 10 orang terkaya di China versi Forbes.

1. Jack Ma (55 tahun)
Kekayaan pendiri dan pimpinan eksekutif Alibaba ini mencapai 38,2 miliar dollar AS atau setara sekira Rp 537,1 triliun. Pada September 2019, Ma mengumumkan bahwa dirinya pensiun dari jabatannya di Alibaba dan digantikan oleh Daniel Zhang. Adapun saat ini Alibaba merupakan e-commerce terbesar di dunia. Investasi Ma di luar Alibaba antara lain di perusahaan hiburan China seperti Huayi Brothers dan Beijing Enlight Media.

2. Ma Huateng (48 tahun)
Ma Huateng atau dikenal pula sebagai Pony Ma merupakan pendiri Tencent Holdings, raksasa internet China. Kekayaan Ma mencapai 36 miliar dollar AS atau setara sekira Rp 506,1 triliun. Ma mendirikan Tencent pada tahun 1998 dan kini menjabat sebagai pimpinan dan CEO. Aplikasi pesan singkat buatan Tencent, yakni WeChat, kini memiliki lebih dari 1 miliar pengguna.

3. Hui Ka Yan (61 tahun)
Hui Ka Yan merupakan pimpinan Evergrande Group, salah satu pengembang properti terbesar di China. Kekayaan Hui mencapai 27,7 miliar dollar AS atau setara sekira Rp 389,4 triliun. Evergrande memiliki sekira 800 proyek yang tersebar di lebih dari 280 kota. Selepas lulus kuliah pada tahun 1982, Hui sempat bekerja sebagai teknisi di pabrik baja selama 10 tahun.

4. Sun Piaoyang (61 tahun)
Sun Piaoyang, seorang konglomerat industri farmasi, memiliki kekayaan sebesar 25,8 miliar dollar AS atau setara sekira Rp 362,8 triliun. Jiangsu Hengrui Medicine yang didirikannya kini merupakan produsen terbesar obat anti infeksi dan obat kanker terbesar China. Istri Sun, Zhong Huijuan, juga merupakan konglomerat farmasi. Ia adalah pimpinan Hansoh Pharmaceutical, yang tengah mengajukan listing saham di Hong Kong. 5. Yang Huiyan (38 tahun) Yang merupakan satu-satunya perempuan yang berada di daftar 10 orang terkaya di China. Kekayaan Yang mencapai 23,9 miliar dollar AS atau setara sekira Rp 336 triliun. Yang memiliki 57 persen saham di perusahaan pengembang properti Country Garden Holdings. Ia menerima saham tersebut dari ayahnya, Yeung Kwok Keung, pada tahun 2007.

6. He Xiangjian (77 tahun)
He merupakan pendiri raksasa perangkat elektronik rumah tangga Midea Group Ltd. Kekayaannya mencapai 23,2 miliar dollar AS atau setara sekira Rp 326,2 triliun. Midea saat ini memiliki lebih dari 200 anak usaha, termasuk perusahaan robotik Jerman, Kuka. Adapun putranya, He Jianfeng, menjadi direktur Midea Group dan Midea Real Estate Holding.

Baca Juga : Orang Terkaya Afrika Borong Puluhan Ribu Mobil

7. Colin Zheng Huang (39 tahun)
Colin Huang merupakan pimpinan dan pendiri Pinduoduo, salah satu e-commerce terbesar di China. Saat ini kekayaan Huang mencapai 21,1 miliar dollar AS atau setara sekira Rp 298 triliun. Sebelum mendirikan Pinduoduo, Huang juga mendirikan perusahaan game online Xinyoudi dan platform e-commerce Ouku.com. Ia memperoleh gelar magister ilmu komputer dari University of Wiconsin di Madison, AS.

8. William Lei Ding (48 tahun)
William Ding adalah CEO Netease, salah satu perusahaan game mobile dan online terbesar di dunia. Kekayaan Ding mencapai 17,2 miliar dollar AS atau setara sekira Rp 241,8 triliun. Bisnis Netease, termasuk Mojang yang merupakan anak usaha Microsoft, serta Blizzard. Ding pun pernah menjadi orang terkaya di China dan miliarder internet pertama di Negeri Tirai Bambu tersebut pada tahun 2003. 9. Qin Yinglin (54 tahun) Qin merupakan pimpinan Muyuan Foodstuff, peternak babi terbesar di China. Kekayaan Qin mencapai 16,6 miliar dollar AS atau setara sekira Rp 233,3 triliun. Qin lahir di Neixiang, Provinsi Henan, yang merupakan provinsi terpadat di China. Ia lulus dari Henan Agricultural University, jurusan peternakan dan memulai bisnis pada usia 22 tahun, yakni beternak 22 ekor babi.

10. Zhang Yiming (35 tahun)
Zhang merupakan miliarder termuda dalam daftar 10 orang terkaya di China. Kekayaan Zhang mencapai 16,2 miliar dollar AS atau setara sekira Rp 227,8 triliun. Ia merupakan pimpinan Beijing ByteDance, salah satu perusahaan penyedia konten media terbesar di China. Zhang memperoleh gelar sarjana dari Nankai University, jurusan software engineering.

Orang Terkaya Sedunia 2020

Orang Terkaya Sedunia 2020

orangkayabaru.com Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Orang Terkaya Sedunia 2020. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Orang Terkaya Sedunia 2020 

CEO dan pendiri Facebook, Mark Zuckerberg memecahkan rekor dengan menjadi miliarder termuda di dunia. Ketenarannya tetap unggul meski dia sempat terkena skandal dan penurunan pendapatan dalam beberapa tahun terakhir.

Zuckerberg menjadi miliarder termuda, bersama deretan nama yang selalu masuk daftar orang paling kaya dunia. Bergabung bersama dua orang yang bisa dibilang berumur di atasnya, seperti Amancio Ortega dan Warren Buffet.

Berikut inilah lima miliarder dimaksud, seperti melansir laman The Richest dan Bloomberg:

5. Amancio Ortega
Nilai kekayaan: USD 76 miliar atau Rp 1.055 triliun

Dia dikenal sebagai miliarder pendiam yang sekarang sedang menikmati masa pensiun. Ia dikenal hidup sederhana dan sedikit menampilkan diri ke publik, meskipun menjadi orang terkaya ke-5 di dunia.

Amancio Ortega adalah pendiri dan pemilik 59,29 persen dari grup Inditex, sebuah perusahaan mode. Ia mendirikan perusahaan pertamanya, Confecciones Goa, yang memproduksi jubah mandi berkualitas. Dia juga membuka toko ritel bernama Zara yang menjual busana-busana perancang.

Inditex terus mendominasi industri fashion, dengan lebih dari 4.000 toko di 70 negara. Pada 2011, ia mengundurkan diri sebagai ketua Inditex tetapi mempertahankan kepemilikan grup.

4. Warren BUffet
Nilai kekayaan: USD 89 miliar atau Rp 1.235 triliun

Bisnis pertamanya adalah menyewakan mesin pinball ketika dia berusia 14 tahun. Setelah kuliah, Buffet bekerja di perusahaan mentornya, Benjamin Graham. Di sini, dia mendapatkan keterampilan dalam analisis keamanan. Buffet menghasilkan jutaan dolar pertamanya dengan membeli saham perusahaan Sanborn yang berkinerja buruk.

Dia kemudian mengubah pendekatan dan berkelana ke sektor asuransi. Dia pun menjadi miliarder setelah membeli National Indempty pada tahun 1996.

Penerapannya yang unik pada filosofi Graham dalam melakukan investasi yang akurat dan tepat waktu adalah kunci keberhasilannya.

Dia juga telah pensiun, dan ikut dalam kehidupan filantropi yang memberikan miliaran untuk amal. Dia bahkan menjanjikan USD 35 miliar untuk amal dalam wasiatnya.

3. Bernard Arnault
Nilai kekayaan: USD 106 miliar atau Rp 1.472 triliun

Orang terkaya di Eropa adalah raja merek mewah yang membangun seluruh kerajaan dari awal. Miliarder Perancis saat ini berdiri sebagai orang terkaya kedua di dunia, dengan kekayaan bersih USD 111 miliar mengalahkan Bill Gates untuk saat ini.

Bernard Arnault memiliki kerajaan LVMH, dengan lebih dari 70 merek mewah atas namanya. Masuknya ke pasar real estat digembar-gemborkan oleh penjualan perusahaan konstruksi ayahnya. Keduanya memulai perusahaan baru, Férinel, yang menyediakan layanan akomodasi khusus.

Pada 1979, dia adalah presiden perusahaan. Arnault kemudian mengakuisisi Financière Agache mengambil alih perusahaan yang memiliki Christian Dior dan Le Bon Marché.

Dia mendiversifikasikan investasinya untuk memasukkan merek perhiasan seperti Bulgari, TAG Heuer, dan De Beers. Saat ini, anak-anaknya mengawasi perusahaannya. Putrinya, Delphine, adalah presiden Luis Vuitton.

2. Bill Gates
Nilai kekayaan: USD 113 miliar atau Rp 1.569 triliun

Setelah memberikan hampir USD 30 miliar untuk amal, Bill Gates, tetap masuk dalam daftar miliarder dunia. Sebelum Jeff Bezos menyusulnya, dia telah mempertahankan posisi sebagai orang terkaya di dunia selama lebih dari satu dekade.

Sebagai remaja yang terobsesi dengan teknologi, Bill Gates mengembangkan minat pada komputer dan mulai belajar coding. Dia keluar dari Harvard setelah menyadari bahwa itu bukan jalannya.

Setelah menulis dan menjual bahasa komputer dasar ke Altair, ia mendirikan Microsoft pada tahun 1975 dengan Paul Allen, seorang penggila komputer.

Pada tahun 1983, Microsoft telah menjadi global dengan penghasilan lebih dari USD 16 juta, dan tiga tahun kemudian, Gates menjadi miliarder termuda pada usia 31 tahun. Ciptaannya sejak itu telah membentuk penggunaan perangkat elektronik lebih dari siapa pun.

Setelah menikmati puluhan tahun ketenaran sebagai CEO, ia telah memutuskan untuk fokus pada filantropi. Dia bahkan menjual dan menyerahkan hampir semua sahamnya di Microsoft dengan mempertahankan hanya 1%, meskipun ia masih menjadi citra perusahaan.

1. Jeff Bezos
Nilai Kekayaan: USD 115 Miliar atau Rp 1.597 triliun

Siapa yang kehilangan USD 46 miliar karena perceraian namun tetap menjadi orang terkaya di dunia?. Sangat sederhana, jika Anda menjalankan raksasa ritel monopolistik dunia, Anda menghasilkan uang dengan setiap klik tombol check out.

Bezos sudah menjadi jutawan saat bekerja di DE Shaw & Co, sebagai Wakil presiden bankir investasi Wall Street. Dia kemudian memutuskan untuk menjual buku di platform online. Berhenti dari pekerjaannya, dan pindah ke Seattle pada tahun 1994 untuk memulai bisnisnya sendiri.

Kewirausahaan tidak sesederhana yang ia bayangkan, tetapi pertaruhannya terbayar dan pada tahun 1995, saat toko buku terbesar di dunia, Amazon, meluncur.

Bisnis Bezos telah berkembang dengan pesat. Meskipun perceraiannya baru-baru ini mengurangi kekayaan bersihnya sebesar USD 46 miliar menjadi USD 131 miliar pada Maret 2019, ia masih menjadi orang terkaya di dunia.

Gelar orang terkaya di dunia 2019 memang dipegang oleh Jeff Bezos, namun ternyata gelar manusia paling kaya sepanjang masa masih dipegang Mansa Musa, seorang raja muslim yang berasal dari kawasan Afrika Barat dan hidup pada abad ke-14.

Sudah banyak pakar ekonomi, lembaga survei yang mencoba menerka jumlah kekayaan Musa. Salah satunya adalah situs Celebrity Net Worth, mereka sempat memperkirakan kekayaan Mansa Musa mencapai sekitar US$400 miliar. Namun, ternyata hingga detik ini kekayaan Musa tak dapat ditakar.Melansir dari BBC.com, Profesor Sejarah Universitas California, Rudolph Butch Ware mengatakan, “Melihat catat kontemporer tentang kekayaan Musa itu sangat mencengangkan, sehingga hampir tidak mungkin untuk menghitung betapa kaya dan besar dia sebenarnya.”

Mansa Musa adalah penguasa Kerajaan Mali, itu artinya Musa memiliki kendali penuh atas produksi emas paling murni. Musa lahir tahun 1280 di keluarga para penguasa. Sang Kakak, Abu-Bakr yang kala itu menjabat sebagai raja hingga tahun 1312, turun tahta karena ingin pergi dalam sebuah ekspedisi. Sejak saat itulah, Musa naik menggantikannya.

Di bawah kekuasaannya, Kerajaan Mali berkembang pesat dengan menguasai sebanyak 24 kota, termasuk Timbuktu. Kerajaan ini terbentang sejauh 2.000 mil dan berdiri di atas negara-negara modern, seperti Senegal, Mauritania, Mali, Burkina Faso, Niger, Gambia, Guinea-Bissau, Guinea, sampai Pantai Gading.

Menurut para sejarawan, hampir setengah dari produksi emas dunia kala itu dimiliki oleh kerajaan Mali di bawah rezim Mansa Musa. Kepemimpinan Musa mampu menarik hati masyarakat dari berbagai penjuru negeri. Salah satunya masyarakat Kairo.

Saat tinggal di Kairo selama tiga bulan, Mansa Musa membagikan emas kepada penduduk setempat, hingga menyebabkan harga emas di kawasan tersebut anjlok selama 10 tahun dan menghancurkan ekonomi.

Kemakmuran Mansa Musa dan Kerajaan Mali ini terus berlanjut hingga Sang Raja wafat di usia 57 tahun pada 1337. Sayangnya, setelah ditinggal sang pemilik tahta, pewarisnya tak bisa mempertahankan harta sehingga kekaisaran besar itu runtuh.